ANIS MERAH (AM)


 

Burung Anis Merah adalah salah satu burung primadona yang sangat banyak penggemarnya. Merawat burung Anis Merah sebenarnya cukup mudah, apabila kita telah mengetahui dan memahami karakter-karakter dasar dari burung tersebut.

KARAKTER DASAR BURUNG ANIS MERAH

  1. Sangat sensitif dan butuh waktu untuk dapat beradaptasi terhadap perubahan. Perlakuan yang kasar, perubahan ornamen pada kandang dan perubahan suasana lingkungan yang drastis, akan membuat burung Anis Merah dapat menjadi stress.

  2. Pembosan dan selalu butuh suasana baru. Apabila berada di satu tempat dengan waktu yang relatif lama, maka burung ini menjadi malas untuk berkicau lagi. Cobalah secara berkala selalu memindahkan tempat gantangannya. Misalnya: Selama ini digantang di depan rumah, kemudian digantang di samping rumah. Ini merupakan salah satu misteri pada burung tersebut.

  3. Birahi yang cenderung mudah naik. Burung Anis Merah sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang berlebihan (over), penjemuran yang berlebih dan melihat burung Anis Merah lain, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.

  4. Sangat manja. Hampir rata-rata burung Anis Merah tidak akan mau bunyi dan tidak akan mau teler apabila ia melihat orang yang sehari-hari merawatnya. Karena burung tersebut secara psikologis telah menganggap perawat atau pemiliknya sebagai pasangan. Aneh memang, tapi itulah kenyataannya. Biasanya pada waktu kontes atau lomba pada burung kelas Anis Merah, joki yang menggantang burung dan joki lapangan adalah orang yang tidak pernah berhubungan atau terlibat dalam perawatan harian pada burung tersebut.

  5. Mudah jinak. Karena sifat manjanya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada perawat atau pemiliknya.

MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG ANIS MERAH

  • Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Anis Merah. Voer harus selalu tersedia didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.

  • Buah Segar, burung ini sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.

  • EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik buat burung Anis Merah yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.

 

 

 

MEMILIH BURUNG ANIS MERAH UNTUK LOMBA


Memelihara burung dari muda (trotol atau bahan) memang mempunyai cita rasa tersendiri. Selain harganya relatif lebih murah karena masih berupa bahan, Apalagi ketika dewasa ternyata burung yang kita rawat dari kecil mempunyai penampilan yang bagus di lapangan. Hal ini akan memberikan rasa puas yang lebih dari pada kita membeli burung yang sudah jadi.
Namun kita harus jeli untuk membeli burung bahan atau trotol, jangan sampai kita sudah susah payah merawat dari kecil ternyata ketika dewasa burung tidak mempunyai kualitas suara yang istimewa.
Oleh karena itu kita harus benar-benar selektif dalam memilih burung bahan atau trotol.

Berikut tips memilih burung Anis Merah (AM) yang bagus, berdasarkan ciri fisik (katuranggan) :

  1. Pilih AM jantan, biasanya memakai ring atau kita bisa minta garansi ke penjual bahwa AM yang kita beli jantan.

  2. Pilih AM yang sehat, tidak sakit & tidak cacat fisik. Biasanya AM yang sehat mempunyai sinar mata tajam tdk mengantuk / sering tidur dan tidak bersemangat.

  3. Bentuk mata besar & sinar mata tajam.

  4. Bentuk kepala lonjong.

  5. Bentuk paruh tebal, besar dan panjang. Biasanya mempunyai power suara yang kuat.

  6. Bentuk paruh jika dilihat dari atas terlihat lancip keatas (seperti bentuk buah belimbing).

  7. Sobekan paruh pilih yang paling dekat dengan mata.

  8. Bentuk lubang hidung memanjang dan lebar.

  9. Posisi lubang hidung dekat dengan pangkal paruh.

  10. Bentuk leher panjang.

  11. Postur badan proposional (leher, badan dan ekor yang panjang) dan tidak gemuk.

  12. Sayap mengepit rapat (singset).

  13. Jari-jari panjang.

  14. Ekor berbentuk huruf M.

Gaya teler dendasarkan pengamatan bentuk fisik :

  • Gaya Teler Klasik, bila cara berdirinya tegak, sehingga kaki tampak lebih panjang & jenjang.

  • Gaya Teler Doyong, bila cara berdirinya cenderung ngangkang, artinya posisi jari-jari atau telapak dalam mencengkeram di pangkringan tampak melebar, sehingga posisi badan menjadi lebih rendah. AM dengan gaya teler doyong sekarang sedang banyak diminati.

Tips ini berlaku untuk memilih AM mulai dari trotol, usia muda (bahan) ataupun sudah berumur. Semoga kita bisa memoles dari burung bahan menjadi burung jawara

ANIS MERAH LEPAS TROTOL

       

PENANGANAN BURUNG ANIS MERAH OVER BIRAHI (OB)

Salah satu tantangan terbesar bagi para perawat burung Anis Merah untuk dapat menampilkan di lapangan dengan bagus adalah karena burung ini mempunyai karakter birahi yang cenderung mudah naik, dan bila tidak segera ditangani maka bisa berakibat Over Birahi (OB). Bagaimanakah cara mengatasinya ? mari kita simak artikel berikut

Ciri-Ciri Burung Anis Merah OB :

  1. Burung cenderung tidak tenang, sering naik turun pangkringan.

  2. Burung suka turun pangkringan atau ingin keluar dari sangkar (ngeruji) jika mendengar suara burung lain yang sejenis.

  3. Burung cenderung suka mengacak-acak / menumpahkan makanannya (cara makan yg terlalu bersemangat).

  4. Seolah-olah ingin bertarung jika melihat atau mendengar bunyi burung lain yang sejenis.

Penyebab Burung Anis Merah OB:

  1. Pemberian porsi EF (jangkrik, kroto, UH dll) yang berlebihan.

  2. Terlalu lama dikerodong.

  3. Terlalu sering melihat atau mendengar suara burung lain yang sejenis.

Penanganan Burung Anis Merah OB:

  1. Berikan buah (pisang atau pepaya) secukupnya.

  2. Kurangi porsi EF (jangkrik, kroto dll) contoh: dari 2x/hari bisa menjadi 1x/hari saja.

  3. Lakukan pengembunan (jam 05:00 s/d 06:00)

  4. Tingkatkan frekuensi mandi.

  5. Kurangi lama penjemuran menjadi 30menit / hari saja.

  6. Jauhkan dari burung AM lain, agar sementara waktu tidak melihat dan mendengar suaranya.

  7. Kurangi intensitas kerodong.

Ketika menjalani tips diatas, harus selalu dipantau perkembangan kondisi Burung AM. Apabila sudah terlihat birahi stabil, pelan-pelan kembalikan ke settingan semula. Jangan sampai terlalu lama sehingga burung bisa drop/macet.

PENANGANAN ANIS MERAH DROP

Anis Merah Drop merupakan kondisi kebalikan dari Anis Merah yang Over Birahi (OB). Sama seperti OB, kondisi drop membuat AM kita tidak bisa tampil maksimal di lapangan.

Ciri-Ciri Burung Anis Merah Drop

  1. Sorot mata sayu, tidak tajam.

  2. Bulu cenderung mengembang, tidak rapat.

  3. Burung cenderung pasif, lebih banyak diam di pangkringan.

  4. Jarang / tidak merespon ketika melihat atau mendengar suara burung lain sejenis

  5. Jarang nge-plong / teler.

Penyebab Burung Anis Merah Drop

  1. Porsi EF (jangkrik, kroto dll) kurang.

  2. Terlalu banyak buah (pisang atau pepaya).

  3. Terlalu lama kerodong dibuka.

  4. Porsi jemur yang berlebih.

Penanganan Burung Anis Merah Drop

  1. Tingkatkan porsi EF (jangkrik, kroto dll). contoh: dari 1x/hari menjadi 2x/hari

  2. Kurangi atau stop pemberian buah (pisang atau pepaya).

  3. Tingkatkan intensitas kerodong.

  4. Tingkatkan porsi jemur menjadi 2-3jam/hari.

Ketika menjalani tips diatas harus selalu dipantau agar Burung Anis Merah tidak menjadi Over Birahi.
Jadi lebih mending mana, Drop atau OB?
Tentunya tidak keduanya, yang kita inginkan adalah kondisi Anis Merah yang pas dan bisa tampil prima di lapangan.

MANFAAT EXTRA FOODING /EF

Extra Fooding (EF) adalah makanan ekstra (tambah) yang kita berikan ke burung. EF mempunyai banyak sekali manfaat, selain menjaga asupan gizi agar tidak mudah sakit, EF juga diperlukan untuk menjaga perfomance burung.
Pemberian EF harus pas, tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih karena bisa membuat burung drop atau over birahi.

Untuk itu kita perlu mengetahui jenis-jenis EF dan manfaatnya:

1. Jangkrik
Untuk meningkatkan power suara burung dan meningkatkan birahi.
Dalam pemberian jangkrik ke burung hilangkan kepala, sayap dan kaki jangkrik terlebih dahulu.

2. Cacing
Untuk meningkatkan birahi, tapi jika terlalu biasa kita berikan cacing maka efeknya tidak seinstan jika jarang kita berikan.
Dalam memberikan ke burung diusahakan cacing dalam kondisi sudah siap makan (dengan cara membanting cacing terlebih dahulu tp jangan sampai mati total).

3. Kroto
Untuk membuat burung menjadi gacor (sering bunyi)
Dalam memberikan ke burung sebaiknya kroto kita bersihkan dulu dengan membuang kotoran & semut murah yang masih tercampur

4. Ulat Hongkong (UH)
Untuk meningkatkan emosi / birahi secara instan. Efek yang diberikan 1 ekor UH = 2 ekor jangkrik (kurang lebih).
Dalam pemberian ke burung, kita pilih UH yang berwarna putih (UH yang habis ganti kulit) dan kita hilangkan bagian kepalanya.

5. Pepaya
Untuk menurunkan birahi burung dan tidak beresiko membuat gemuk.

6. Pisang
Untuk menurunkan birahi burung (efek yang dihasilkan dibawah pepaya), kandungan karbohidrat lebih banyak daripada pepaya.

7. Apel
Untuk meningkatkan birahi burung

 

TIPS PERAWATAN ANIS MERAH HARIAN

Kunci dalam main AM di lapangan adalah rawatan harian. Kenapa ?? Seperti yang pernah ane ulas pada Tahapan Menampilkan AM di Lapangan bahwa di lapangan sangatlah penting kita atur emosi dan birahi AM, maka dalam teori tsb jika AM kita misal memiliki titik optimalnya pada kisaran 4-6, maka sekarang pertanyaannya adalah : Bagaimana agar AM kita stabil baik emosi dan birahinya pada kisaran 4-6 atau pada level sedikit dibawahnya, sehingga kita bisa dongkrak pada saat hari H. Atau dengan kata lain bagaimana agar AM kita jangan sampai melebihi level tampil dia, sehingga kita tidak terlalu pusing untuk menurunkannya di Hari H.

Makanya sering muncul istilah “jalani rawatan pemilik sebelumnya”, menjadi solusi singkat walau belum tentu jitu. Kenapa ?? Apakah kita yakin betul dengan rawatan pemilik sebelumnya AM tsb telah stabil, atau hanya kebetulan saja pada saat tsb dia mau nampil.

Jadi main AM yang terpenting adalah 3 point :

  1. Membaca dan memahami karakter AM kita (ini dibutuhkan beberapa waktu), sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa AM tsb berkarakter X dan dibutuhkan perlakuan A, B dan C sehingga AM tsb baru bisa stabil.

  2. Faktor-faktor yang akan mempengaruhi AM pada Rawatan Harian (internal dan eksternal). Eksternal maksudnya adalah lingkungan tempat perawatan AM (suhu, momongan selain AM tsb, dst) dan Internal adalah fooding, kandang dan tangkringan.

  3. Setting Lapangan setelah 2 hal tsb sudah kita lakukan.

Kali ini ane mau bahas point 2, dan tips (madzhab ane) seputar itu.

FAKTOR EKSTERNAL

1. Penjemuran
Kita tahu bahwa AM memang berasal dari pegunungan atau dari daerah-daerah sejuk. Padahal rumah tempat kita merawat dan lapangan tempat kita kontes/latihan tidak selalu ideal begitu. Maka dilihat dari keadaan tsb maka AM sebenarnya cukup di jemur ½ jam s.d 1 jam per hari (kondisi panas normal). Tapi kalau ane pribadi lebih suka menjemur dengan durasi lebih panjang. Karena AM-AM yang kita jemur dengan durasi lebih panjang akan lebih mudah tampil dengan segala cuaca lapangan, disamping itu AM tsb akan cenderung naik volumenya di banding yang berdurasi normal. Efek lain dari penjemuran adalah “sedikit” mempengaruhi penurunan birahi pada AM, tapi sekali lagi itu cuma sedikit (tidak terlalu signifikan).

2. Mandi
Yang mendasar mandi berguna utk kesehatan, jadi pada dasarnya kita biasakan AM mandi setidak-tidaknya 1x setiap harinya. Efek lain dari mandi adalah sedikit mengurangi kelelahan AM dan mengurangi emosi. Utk emosi pengaruhnya juga sedikit. Tidak jarang beberapa pemain meyakini bahwa AM-AM yang mandinya enak pertanda dia akan tampil dengan performa yang baik.
Tips : Ane lebih suka jemur dahulu, baru mandi. Pada saat mandi itulah kita berikan EF dan membersihkan kandang AM.

3. Momongan Lain selain AM tsb.
Yang perlu diingat bahwa ada beberapa AM yang akan sangat mudah naik birahinya bahkan akan sulit terkontrol jika ada AM lain. Biasanya ini terjadi pada AM-AM yang cukup berumur. Disamping AM lainnya yang mempengaruhi adalah CI. Ada pameo bahwa CI akan mempengaruhi birahi AM, dan ane buktikan bahwa itu benar adanya tapi tidak mutlak. Artinya ada beberapa yang terpengaruh (birahinya) ada pula yang tidak terpengaruh sama sekali. Beberapa momongan lagi yang mempengaruhi (walau tidak banyak) adalah Kacer, TL, dan burung-burung yang memiliki siulan-siulan yang mirip dengan AM. Maka tidak jarang utk kasus terakhir digunakan sebagai langkah jitu buat mancing AM ngeplong/bunyi.
Tips : Kalau kita berniat memiliki AM lebih dari 1 (satu), perhatikan seksama apakah karakter AM yang kita miliki akan terpengaruh dengan AM lainnya (asumsi birahi sulit dikendalikan). Jika ya, sebaiknya kita “buang” atau isolasi di tempat khusus.

FAKTOR INTERNAL

A. Ekstra Fooding

1. Buah
Tentu saja guna buah yang paling utama adalah melengkapi nutrisi AM menjadi lebih sempurna, disamping itu kadangkala digunakan sebagai pengontrol birahi dan pengendali kelangsingan tubuh AM.
Buah yang biasa dipakai buat AM (pada kondisi normal) terutama 3 macam ;
Pisang, biasanya digunakan buat mempercepat pertumbuhan AM muda, karena kandungan karbohidrat dan kalori yang lebih tinggi di banding buah lainnya.
Pepaya, Lebih sering diartikan untuk menurunkan birahi (walau tidak signifikan) dan tidak beresiko membuat AM gemuk.
Apel, Biasanya digunakan untuk meningkatkan birahi (walau tidak signifikan) dan membikin suara menjadi lebih jernih.
Tips : Ane pribadi cenderung menyuplai buah 5-6 hari dalam seminggu (hanya pada H atau H-1 saja buah tidak diberikan). Biasanya ane lakukan dengan 3-4 hari menggunakan pepaya setelah H+1 dan 2 hari menjelang lomba ane gunakan apel. Satu hal yang ane perhatikan adalah semua AM yang “rakus” dengan buah memiliki body-body ideal buat tempur. Langsing dan padat…..

2. Jangkrik
Sudah menjadi rahasia umum bahwa jangkrik digunakan utk power suara AM. (Tolong dibedakan antara power dan volume ya…?? Sekedar contoh mudah untuk membedakan, Nugie adalah penyanyi yang memiliki power tinggi. Jadi walaupun misal dia bersenandung dengan volume rendah tetep saja bisa kita rasakan powernya tinggi). Disamping itu jangkrik juga mempengaruhi birahi dan emosi AM.
Belakangan kalau kita perhatikan pemain-pamain AM menyukai setting tinggi utk jangkrik pada lomba. Maka utk mengimbangi agar tidak terjadi kegemukan pemain-pemain tsb akan cenderung menggunakan setting rendah (atau bahkan cenderung sangat rendah) utk harian.
Tips : Ane pribadi menyukai settingan rendah utk jangkrik pada hariannya, kalau bisa maksimal 3-4 ekor/hari. Teknisnya disesuaikan dengan aktifitas kita, bisa dilakukan dengan pemberian sekaligus atau diatur 2x pemberian. Yang terpenting kita coba biasakan dengan kebiasaan dan kesanggupan kita, dalam waktu yang tidak lama (normalnya tidak sampai sebulan) metabolisme AM akan menjadi terbiasa dengan settingan baru kita dan akan kembali ke performa harian sebelumnya.

3. Cacing
Tentu saja cacing akan memberi efek birahi pada AM, tapi jika terlalu biasa kita berikan cacing maka efeknya tidak seinstan jika jarang kita berikan.
Tips : Usahakan cacing di hapus dari harian kecuali AM yang kita miliki adalah AM muda, karena AM muda rata-rata memiliki birahi yang belum stabil dan cenderung di bawah standar.

4. EF Lainnya
Kroto, terus terang berhubung kroto di tempat ane (Cileungsi dan sekitarnya), tidak selalu terspulai kroto yang berkualitas baik maka kroto ane hapus dalam daftar EF harian AM. Ane khawatir jika AM ane berikan kroto sebagai harian dan pada saat kita butuhkan tidak ada atau ada tapi berkualitas buruk. Untuk efek kroto yang lebih detail ane minta bantuan om Gombest yang terbiasa dengan EF tsb. (please om…?!?! merayu mode : on)
Ulat Bambu (UB), dulu sebelum ane main lapangan UB adalah EF wajib pada AM ane. Fungsinya gabungan antara jangkrik dan cacing, kelebihannya UB jarang membuat AM over birahi. Namun sekarang stok UB tidak stabil. Maka utk rawatan harian ane hapus.
Ulat Hongkong (UH), sebaiknya jangan menggunakan UH sebagai EF harian karena UH memiliki efek (emosi) instan dan tidak terlalu berefek jika berselang hari.

B. Kandang dan Tangkringan

1. Kandang Harian
Yang pasti kandang harian kita pilih yang mudah dibersihkan, karena kita harus jaga secara kontinyu. Ada satu AM ane yang ane kasih kandang kotak sebagai kandang harian dikarenakan bulu ekornya selalu patah sampai tinggal separo (jadi kelihatan bulu ekornya cuma ada sebelah doang…). Hal ini dikarenakan si AM suka “nggoser-nggoser” di dasar kandang. Dan setelah ane kasih kandang kotak maka problem ini telah teratasi, walau sudah terlanjur patah 2 helai (pasca mabung).
Ada ide bagus dari om Ivan Paris dengan kandang hariannya Top Gun yaitu menggunakan tangkringan 2 (dengan kandang yang cukup luas). Logika ane jika si AM lincah, maka akan mempengaruhi stamina AM tanpa beresiko AM menjadi gesit seperti efek AM pada umbaran.

2. Tangkringan
Nyawa gaya AM berada pada tangkringan (lomba). Jadi berkreasi dan inovasi dalam mencari soulmate AM kita adalah wajib hukumnya.
Namun pada harian ane lebih cenderung menggunakan tangkringan berukuran standrad (yang paling enak buat AM mencekeramkan kakinya) dan menggunakan amplas (berguna utk mengontrol kesehatan kaki dan berguna mengontrol kukunya agar tidak terlalu panjang).

PERAWATAN ANIS MERAH MABUNG/NGURAK


M
abung/ngurak adalah proses ganti bulu binatang, dimana dia menanggalkan semua bulu lama yang biasanya sudah tua/rusak untuk diganti dengan bulu yang baru. Nyulam adalah proses ganti sebagian bulu binatang yang belum tuntas ketika proses mabung. Untuk Burung Anis Merah (AM) proses mabung paling cepat tuntas dalam waktu 1 bulan. Dalam kurun waktu yang cukup lama tersebut banyak hal yang bisa terjadi pada AM karena kita salah dalam merawatnya ketika proses mabung.

Problem yang biasa dihadapi pasca mabung AM antara lain :

  • Burung jadi macet / tidak mau bunyi.

  • “Kasus bulu”, ada sebagian bulu yang tidak mau tumbuh (biasanya daerah leher).

  • Mabung tidak tuntas, ada beberapa bulu tua tidak mau jatuh/copot.

Hal-hal diatas dapat menyebabkan menurunnya perfomance AM kita pasca mabung. Apa saja yang perlu kita perhatikan saat proses mabung ? Simak beberapa tips berikut

1. Kenali apakah AM Anda mabung atau hanya nyulam .

  • Ketika ada beberapa bulu halus AM yang jatuh/copot (pastikan bahwa bulu jatuh bukan karena burung “nggelabak”), maka lakukan treatment : stop pemberian jangkrik (ganti dengan sedikit kroto 1x/hari), beri buah (pepaya atau pisang), dimandikan 1x/hari di bak mandi sesukanya (jangan dipaksa mandi dengan cara menyemprotnya), stop jemur, full kerodong.

  • Amati selama 3-5 hari.

  • Jika bulu halus yang jatuh berkurang dan frekuensi bulu jatuh menurun, maka AM kemungkinan hanya mengalami nyulam. Lanjutkan treatment sampai tidak ada bulu yang jatuh lagi dan bulu pengganti telah tumbuh sempurna.

  • Jika jumlah bulu halus yang jatuh bertambah banyak bahkan ada bulu sedang atau besar yang jatuh, maka AM kemungkinan mengalami proses mabung.

2. Perawatan ketika proses rontoknya bulu

  • Stop pemberian jangkrik, karena pemberian jangkrik akan membuat birahi AM naik dan “kencang” yang akan menghambat proses pergantian bulu.

  • Proses kroto secukupnya 3 hari sekali, untuk menjaga stamina AM dan mencukupi asupan gizi.

  • Stop proses penjemuran.

  • Full Kerodong.

  • Ungsikan di tempat yang tenang dan tidak ada suara AM lain, karena akan memacu keinginan fight AM yang akan menghambat proses pergantian bulu.

  • Ketika mabung, proses metabolisme akan meningkat. Maka sediakan air minum dan makanan yang lebih banyak dari kondisi normal.

  • Bersihkan sangkar 1x/hari untuk menjaga kebersihan dan kesehatan burung.

  • Ketika membersihkan sangkar, masukkan AM ke bak mandi. Jangan dipaksakan untuk mandi dengan cara menyemprotnya, dibiarkan saja (sesukanya AM apakah dia mau mandi atau tidak).

  • Lakukan sampai sekitar 80% dari bulu lama sudah jatuh.

3. Proses pemasteran ketika mabung
Pemasteran adalah proses mendengarkan suara burung (pemaster) ke burung lain (dimaster) dimana diharapkan agar burung yang dimaster bisa menirukan gaya bunyi atau suara burung pemaster. Jenis burung pemaster tidak harus sama dengan burung yang dimaster.
Proses pemasteran sangat dianjurkan ketika AM dalam proses mabung, karena dalam kondisi ini AM cenderung pasif dan hanya mendengarkan saja. Berikut cara memaster yang baik:

  • Pilih burung pemaster yang gacor/rajin bunyi.

  • Pilih burung pemaster yang mempunyai karakter suara yang mirip dengan AM kita.

  • Bisa dilakukan dengan burung pemaster atau dengan alat pemaster yang banyak dijual.

  • Atur agar suara burung master tidak terdengar oleh AM terlalu keras, cukup mendengar jelas saja. Jika terlalu keras bisa jadi suara burung master tidak akan masuk/ditiru, karena AM merasa tidak nyaman.

  • Hindari mendengarkan suara burung pemaster lebih dari satu secara bersamaan, lebih baik dengarkan satu macam suara dalam range 7-10 hari kemudian didengarkan suara master yang lain. Hal ini akan lebih mudah diserap oleh AM.

  • Lakukan pemasteran hingga proses mabung selesai.

4. Burung pemaster yang sering digunakan
Prenjak, Lovebird, Cucak Jenggot, Robin, Kenari, Kolibri, Cililin, Tengkek Buto, Pelatuk Bawang dll

5. Perawatan ketika proses tumbuhnya bulu baru
Ketika sekitar 80% bulu lama sudah jatuh, tentunya sudah banyak bulu baru yang mulai tumbuh. Oleh karena itu asupan gizi yang cukup sangat diperlukan agar bulu baru cepat tumbuh dan tampak bagus.

  • Tingkatkan frekuensi pemberian kroto menjadi 1x / hari.

  • Tetap lakukan ritual mandi AM dalam bak sesukanya. Jika AM mau mandi maka akan memperlancar pertumbuhan bulu baru, karena kotoran-kotoran (ketombe) yang menutupi pori-pori akan menipis dan hilang sehingga meminimalkan “kasus bulu”.

6. Perawatan ketika bulu baru sudah tumbuh dan sekitar 80% mendekati bentuk sempurna

  • Mulai dengarkan dan dekatkan dengan suara AM lain. Diharapkan AM mulai terbiasa mendengarkan suara AM lain dan menumbuhkan lagi sifat fight-nya sehingga AM tidak macet.

7. Perawatan ketika bulu baru sudah tumbuh dan 100% sempurna

  • Lakukan pengembunan jam 04.30-05.30 (angin-anginkan burung dengan kondisi kerodong dibuka)

  • Jemur sekitar 15-30 menit, kemudian setelah beberapa hari ditambah sedikit demi sedikit (normalnya 30-60menit)

  • Beri jangkring 1 ekor, kemudian tingkatkan sampai ketemu porsi yang pas untuk perfomance yang bagus.

 

TAHAPAN MENAMPILKAN ANIS MERAH DILAPANGAN

Tadi sore ketika di latberan ada satu pertanyaan sederhana dari temen pemain :
“Burung saya di rumah gampang telernya, tapi kok di lapangan gak pernah bisa teler ya…??”

Ane pikir pertanyaan yang senada dengan pertanyaan di atas sangatlah banyak, tapi bagaimana cara menjawabnya…??

Dengan dasar itulah ane coba buka thread utk sharing momongan-momongan kita dan bagaimana cara menampilkannya dengan madzhab dan aliran masing-masing.

Ane coba mulai mengawali share dan mengulas dengan madzhab dan bahasa ane sendiri dan dari momongan-momongan ane sendiri. Semoga bisa dimengerti

Bagi ane faktor terpenting utk menampilkan AM ada 2 (tentu saja kita yakini terlebih dahulu AM kita pada kondisi fit/sehat) :

1. Faktor Birahi

2. Faktor Emosi, yang ane maksud dengan emosi adalah “nafsu” utk tempur. Seringkali kita menyebut kalau nafsunya kelewatan dengan istilah “galak”.

Ane coba bikin status bar mengenai gambaran skala kedua faktor tersebut.

Utk AM standard, kita misalkan dia akan tampil pada skala birahi 4 s.d 6 dan emosi 4 s.d 6. Nah… celakanya bisa dikarenakan banyak faktor AM kita seringkali tidak pada skala posisi yang kita inginkan, terus apa yang kita perbuat ??

Ane akan share secara rinci 4 AM ane yang mau tampil dan ritual kita sebelum menampilkannya (di lapangan).

1. AM-A
Kondisi Emosi : 5-6 (cukup stabil)
Kondisi Birahi : 3-7 (rangenya cukup jauh tergantung keadaan)
AM ini karena emosinya cukup stabil maka ritual ane utk menggantang cukup sederhana kebetulan di dukung oleh kondisi birahi yang tidak terlalu jauh dari yang diinginkan.

Ritualnya :

Utk AM ini ane cukup melihat kondisinya jika berlebih birahinya, maka ane lakukan buka kerodong biarkan ngeplong-ngeplong secukupnya kalau perlu sampai teler.

* Jika diperlukan “tambahan birahi” (birahinya di rasa kurang), tinggal ane tambahin cacing 1-2 (secukupnya).

* Pengetrekan pun tidak terlalu rumit, karena kondisinya yang relatif stabil. Di trek langsung dia nge tune (ada yang menyebut nge “cit”). Dan gak selang lama akan ngeplong-ngeplong. Waktu pengetrekannyapun relatif normal (sekitar 10-15 menit -satu sesi-).

2. AM-B
Kondisi Emosi : 4-6 (cukup stabil)
Kondisi Birahi : 2-6 (cenderung lebih sering kurang birahi atau maksimal cukup)
Karena AM ini kondisi emosinya cukup stabil dan kondisi birahinya yang sering kurang atau maksimal pas, maka AM ini pun juga tidak sering “nakal” di lapangan.

Ritualnya :

* Sesampai lapangan ane biarkan teler terlebih dahulu sekitar 1-2 menit utk pengenalan situasi sembari menstabilkan emosi.

* Jika di rasa kurang birahi, maka ane tambah cacing 1-2 di lapangan kalau cukup tidak perlu di kasih cacing.

* Karena AM ini awalnya selalu kalem, trek utk main pertama wajib di taruh di tengah. Tapi utk sesi-sesi selanjutnya (ketika emosi dan birahinya sudah mulai mapan), maka di trek di manapun tidak masalah. Lama ngetreknya pun juga standard sekitar (15-20 menit), kecuali sesi pertama di butuhkan waktu ngetrek yang lebih panjang sedikit.

3. AM-C
Kondisi Emosi : 2-8 (emosinya belakangan labil)
Kondisi Birahi : 6-10 (cenderung birahi tinggi)
Pada dasarnya karena AM ini cukup tua kondisi birahinya belakangan sangat tinggi. Sedangkan emosinya sangat labil. Nah utk AM ini jika pas labil-labilnya tentu sangat “ribet” utk menampilkannya. Tapi bukan berarti tidak bisa tampil.

Ritualnya :

* Jika birahi sangat tinggi maka ane wajib hadir ke lapangan sekitar 1 s.d 1,5 jam sebelum main. Sesampai lapangan ane gantang di tempat sendiri (jangan berdekatan dengan AM lain), tunggu dia teler sampai pules (tanpa di goda) beberapa saat (sekitar 2-3 menit).

* Jika kondisi birahi sangat tinggi, biasanya akan di barengi dengan emosi yang sangat rendah. Dengan “dibiarkannya” teler” terlebih dahulu, maka birahinya perlahan menurun dan emosinya sedikit naik.

* Karena AM ini memiliki range emosi utk tampil lebih luas (sekitar 4-8 dia bisa terima keadaan itu). Maka utk mengangkat emosi lebih instan lagi ane kasih UH sekitar 2 ekor.

* Selanjutnya sama, di trek (pada sesi pertama main sedikit lebih lama di banding sesi-sesi selanjutnya)

4. AM-D
Kondisi Emosi : 3-7 (emosinya cukup stabil buat dia karena range itu dia bisa terima)
Kondisi Birahi : 4-8 (kadang-kadang agak tinggi)
AM ini memiliki kemampuan mengadaptasi emosinya lebih luas, sedangkan utk urusan birahi hampir sama dengan AM-C namun kondisinya lebih cenderung stabil.

Ritualnya :

* Jika birahi agak tinggi ritualnya hampir sama dengan AM-C, namun dia membutuhkan waktu adaptasi yang lebih pendek. Biasanya cukup 15-20 menit dia sudah bisa “lepas” birahinya.

* Karena range emosinya cukup lebar, maka ane suka “iseng” dengan menambah UH. Karena akan berakibat hyper.

* Utk urusan ngetrek AM ini paling berbeda dengan 3 AM di atas, dia cukup 5-10 menit (jangan terlalu lama). Karakternya memang kalau sudah lihat AM banyak, dia pingin “buru-buru” tampil.

Semoga para penggemar AM berkenan membaca uraian ane yang panjang dan “kurang bermutu”. Yang paling penting dalam main AM adalah kemampuan kita membaca kondisi AM kita (emosi dan birahinya) dan pada level mana dia bisa tampil….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s